• Saturday, 05 April 2025

Sederet Pemain Sepak Bola Legendaris yang Tak Tergantikan, Levelnya Tingkat Dewa

Sederet Pemain Sepak Bola Legendaris yang Tak Tergantikan, Levelnya Tingkat Dewa
Pele dan Franz Beckenbauer Masuk dalam Jajaran Pemain Sepak Bola Legendaris yang Prestasinya Sulit Tergantikan (Instagram @franzbeckenbauer)

SEAToday.com, Jakarta – Sejumah pemain sepak bola legendaris dunia memiliki karier dan prestasi cemerlang selama merumput di lapangan hijau. Meskipun mereka sudah pensiun bahkan sudah ada yang meninggal dunia tetapi namanya akan selalu dikenang. Berikut 5 pemain sepak bola yang nampaknya sulit tergantikan oleh siapa pun.

1. Lev Yashin

Lev Yashin adalah seorang kiper asal Uni Soviet. Yashin dikenal sebagai kiper yang nyentrik karena memakai seragam hitam-hitam saat menjaga gawangnya dari kebobolan. Dalam karier klub, Yashin bermain selama 22 musim untuk Dinamo Moskwa dan memenangkan lima piala liga dan tiga kejuaraan.

Saat menjadi kiper Yashin sosok yang berani karena berani memainkan bola di area kotak penalti dan penjaga gawang yang percaya diri. Saat menangkap bola Yashin melakukannya dengan tak lazim, termasuk meninju si kulit bundar.

Ia menjadi kiper Uni Soviet selama 13 tahun sejak 1954-1967. Selama berkarier ia memenangkan 78 piala dan bermain dalam tiga Piala Dunia (1958,1962,1966). Memang Uni Soviet tidak pernah menjadi juara dunia namun dia masuk dalam jajaran kiper yang paling sedikit kebobolan sepanjang sejarah Piala Dunia.

2. Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer adalah pemain belakang terbaik yang pernah dimiliki timnas Jerman. Beckenbauer sulit tergantikan sebagai bek dan memberikan warisan cemerlang sebagai pesepak bola. Dalam karier bersama klub Bayern Muenchen, Beckenbauer mencetak banyak prestasi mulai dari empat gelar Bundesliga, empat DFB Cup, dan tiga gelas European Cup.

Dalam kancah timnas, Beckenbauer membawa Jerman merebut Piala Eropa tahun 1972 dan Piala Dunia 1974. Ia menjadi pemain terbaik Jerman dan pemain terbaik dunia sebanyak dua kali. Setelah pensiun Beckenbauer menjadi pelatih Jerman dan membawa anak asuhnya menjadi juara Piala Dunia 1990.

3. Johan Cruyff

Di posisi gelandang tengah ada pengatur serangan asal Belanda, Johan Cruyff. Selama bermain untuk Ajax Amsterdam, Barcelona, dan timnas Belanda, Cruyff selalu menciptakan gaya permainan yang menawan. Ia pun memiliki julukan sebagai Flying Dutchman karena lincah bergerak di pertahanan lawan.

Sosok Cruyff menjadi sorotan tak hanya di dalam lapangan saja. Ketika berada di pinggir lapangan, Cruyff adalah seorang visioner yang merevolusi permainan sepak bola dengan ide-idi inovatifnya seperti total football atau tiki-taka yang saat ini dipakai tim-tim sepak bola di dunia.

Memang sepanjang karier sepak bola Cruyff tidak membawa timnas Belanda menjadi juara. Namun sosok kepemimpinannnya di lapangan sulit tergantikan. Cruyff sebenarnya memiliki anak bernama Jordi Cruyff namun sang putra tak punya karier sebaik sang ayah sebagai pemain sepak bola.

4. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane akan menjadi pemain era modern yang sulit tergantikan. Pemain asal Prancis berdarah Aljazair ini adalah legenda. Zidane sudah meraih 26 piala juara bersama tim yang dibelanya. Kariernya melejit saat ia bermain untuk Juventus di Serie A Liga Italia.

Kepiawaian Zidane dalam mengolah bola dan memberikan umpan-umpan ajaib akan sulit dilupakan. “Zidan seorang pemain yang istimewa. Ia menciptakan ruang di mana tidak ada seorang pun di sana. Tak masalah di mana ia mendapatkan bola atau bagaimana bola itu datang kepadanya, ia bisa keluar dari masalah. Imajinasi dan tekniknya luar biasa,” begitu kata Edgar Davids rekan Zidane di Juventus.

Prestasi terbanyak yang diraih Zidane didapatkan saat ia pindah ke Real  Madrid tahun 2001. Ia mendapat Piala Champions, juara Liga Spanyol. Dan membangun ‘Los Galacticos” di Real Madrid yang menakutkan. Di timnas Prancis, Zidane meraih Piala Dunia 1998  dan Piala Eropa 2000.

5. Pele

Di Brasil ada legenda Pele yang berhasil merebut Piala Dunia sebanyak tiga kali tahun 1958,1962, dan 1970. Rekor demi rekor dicatatkan oleh Pele sebagai pemain Brasil dengan gol terbanyak meskia khirnya disamaikan oleh Neymar di Piala Dunia 2022. Pele sebagai penyerang produktif karena mencetak 757 gol dan pernah 92 kali menciptakan hattrick.

Pada usia 21 tahun Pele menjadi pemain termuda yang memenangkan dua Piala Dunai. Sepertinya sulit digantikan oleh pemain sepak bola mana pun sepeninggal Pele. Setelah pensiun, Pele masih aktif dalam sepak bola sebagai pengamat. Sosoknya yang ramah membuat nama Pele akan selalu harum di pencinta sepak bola dunia.

 

Share
Indonesia National Team
Indonesia FIFA Ranking Rises to 123rd

Indonesia FIFA Ranking Rises to 123rd

Kevin Diks Aims Win Against China

Indonesian national team defender Kevin Diks is targeting a win over China on June 5.

Indonesia Vs Bahrain: Ole Romeny Goal Keeps Garuda's Chance Alive...

The Indonesian national team maintained its chances of qualifying for the fourth round of the 2026 World Cup Qualifiers after a narrow 1-0 win over Bahrain.

No Mees Hilgers and Sandy Walsh for Indonesia Vs Bahrain?

The Indonesian national team is likely to be without Mees Hilgers in the match against Bahrain in the continuation of the 2026 World Cup Qualifiers

Calvin Verdonk: Indonesia Can Win Against Bahrain

Indonesian national team defender Calvin Verdonk is optimistic that his team can win against Bahrain in the continuation of the 2026 World Cup Qualifiers

Trending Topic
Sport Update
Sports Minister Confirms Indra Sjafri to Coach Indonesia’s 2025 SEA Games Football Team

Sports Minister Confirms Indra Sjafri to Coach Indonesia’s 2025 SEA Games Football Team

Mohamed Salah Shines as Liverpool Defeats Manchester City 2-0 at...

Mohamed Salah once again proved himself as Liverpool’s key player, scoring one goal and providing an assist in their 2-0 victory over Manchester City at Etihad Stadium on Sunday local time or early Monday (2/24) morning...

PSSI Fires Indonesian U20 National Team Coach Indra Sjafri

PSSI officially relieved Indonesia U20 national team coach Indra Sjafri of his duties.

PSSI to Naturalize Three Players Before Indonesia vs Australia Ma...

PSSI plans to naturalize three diaspora players ahead of Indonesia’s match against Australia in the third round of the 2026 FIFA World Cup Asian qualifiers on March 20.

Ayu Pertiwi Martina Wins 2025 Asia Triathlon Cup Chennai

Indonesian triathlete Ayu Pertiwi Martina clinched victory at the 2025 Asia Triathlon Cup Chennai, India, held on Sunday (2/16).